Rabu, 14 Februari 2024

Koneksi Antar Materi Modul 3.1


KONEKSI ANTAR MATERI - MODUL 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin

Oleh : Shemni Sunarmi
CGP Angkatan 9
Kota Surabaya

Salam Guru Penggerak
Tergerak !
Bergerak !
Menggerakkan !

Tujuan Pembelajaran Khusus: 

  1. CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media.
  2. CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.

KEGIATAN PEMANTIK

"Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik"
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talber

1. Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?
Menurut saya, kaitan kutipan di atas dengan proses pembelajaran adalah mengenai permasalahan dilema etika, dimana sebagai seorang guru sering kali mengalami dilema dalam pembelajaran. Antara memihak suatu hal yang benar berdasarkan peraturan atau memihak suatu hal berdasarkan hati nurani yang biasanya hal tersebut benar berdasarkan norma yang berlaku.
2. Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?
Nilai-nilai dalam suatu pengambilan keputusan yang saya pegang adalah keputusan yang saya buat harus dapat dipertanggung jawabkan serta berpihak pada murid dalam pengambilan keputusan. Saya juga harus memberikan dampak positif pada lingkungan sekolah yaitu terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman
3. Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?
Sebagai pemimpin pembelajaran saya akan selalu mengedepankan berpihak pada murid, dengan mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan nilai- nilai kebajikan universal serta sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman yang berlaku
4. Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda. 
"Education is the art of making man ethical."
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.

~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

Hal ini menunjukkan bahwa begitu penting untuk mengambil keputusan agar murid bisa memiliki karakter dan keterampilan sosial emosional yang baik untuk meraih kebahagiaan di masa depannya. Pembelajaran pada modul 3.1 ini memberikan saya pengetahuan bagaimana mengambil sebuah keputusan yang berubah antara dilema etika atau bujukan normal dengan memperhatikan nilai-nilai kebajikan universal, tanggung jawab dan berpihak pada murid. Kutipan tersebut merupakan dilema etika yang dapat diputuskan melalui 9 langkah pengambilan keputusan.


RANGKUMAN KESIMPULAN PEMBELAJARAN

Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan erat dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin. Ki Hajar Dewantara sangat menekankan pentingnya pendidikan untuk membebaskan manusia dari segala belenggu dan keterbelakangan. Sedangkan Pratap Triloka menyoroti pentingnya etika dan moral dalam pengambilan keputusan. Sebagai seorang pemimpin, nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita sangat mempengaruhi prinsip- prinsip yang kita ambil dalam pengambilan keputusan.

Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita sangat mempengaruhi prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan. Nilai-nilai tersebut dapat memengaruhi bagaimana kita memandang sebuah masalah atau situasi, dan bagaimana kita memilih tindakan yang paling tepat dalam menghadapinya. Sebagai contoh, jika nilai- nilai kejujuran dan integritas sangat penting bagi kita, maka hal itu akan memengaruhi prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan keputusan, seperti memilih tindakan yang benar dan jujur meskipun sulit atau tidak populer. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki kesadaran diri dan mengenal nilai- nilai yang menjadi dasar pemikiran dan tindakan kita, sehingga kita dapat memilih prinsip-prinsip yang sesuai dalam pengambilan keputusan.

Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan- pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada sebelumnya.

Kegiatan coaching (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dapat menjadi bekal dalam melakukan proses pengujian secara bertahap menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan. Coaching dilakukan dengan memenuhi kompetensi inti yaitu kehadiran penuh, mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan berbobot.

Saat melakukan pengujian keputusan sebaiknya menggunakan kompetensi inti coaching tersebut sehingga kita dapat menggali informasi dari permasalahan yang dialami. Pengambilan keputusan harus dilakukan dengan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan, terutama dalam situasi dilema etika. saya sebagai seorang guru yang mampu memahami dan mengelola emosi diri dan juga siswa, akan lebih mampu mengevaluasi sebuah masalah atau situasi dengan lebih bijaksana dan tidak terbawa emosi. Selain itu, kemampuan untuk mengelola hubungan sosial dengan siswa dan stakeholder lainnya, akan membantu dalam mengumpulkan informasi dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan terukur.

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Sebagai seorang pendidik, nilai-nilai moral dan etika menjadi bagian penting dari pendidikan yang diberikan kepada siswa. Oleh karena itu, ketika kita membahas studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika, kita perlu kembali kepada nilai- nilai yang dianut sebagai seorang pendidik. Dalam hal ini, kita perlu mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etika yang terkait dengan keputusan yang akan diambil, serta bagaimana nilai- nilai ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, pembahasan studi kasus dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi siswa mengenai pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam mengambil keputusan yang tepat.da pribadi atau apa yang ada di pikirannya termasuk penilaian terhadap coachee.

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?

Pengambilan keputusan yang tepat harus dilakukan dengan cara yang tepat disesuaikan dengan situasi yang terjadi berlandaskan nilai-nilai kebajikan universal. Dengan pengambilan keputusan yang tepat maka akan tercipta lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Tidak ada pihak yang merasa dirugikan semua akan mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Tantangan yang ada di lingkungan saya antara lain masih ada kebiasaan yang dilakukan sejak lama, sehingga sulit melepaskan kebiasaan tersebut. Seharusnya paradigma yang sesuai adalah kebenaran lawan kesetiaan sehingga akan menghasilkan sebuah keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengambilan keputusan yang kita ambil harus berpihak pada murid. Strategi pembelajaran yang berpihak pada murid misalnya menggunakan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid sesuai dengan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Sehingga akan terciptanya merdeka belajar sesuai dengan potensi yang dimiliki peserta didik.

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi apalagi mengenai masa depan murid. Oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Perlu adanya pengujian sesuai dengan langkah-langkah paradigma dan prinsip yang tepat.

Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Pengambilan keputusan harus sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yaitu berpihak pada murid dengan nilai-nilai kebajikan yang universal. Keputusan yang diambil harus dipertimbangkan berbagai hal terutama untuk masa depan murid. Seorang pemimpin harus mempunyai kompetensi sosial emosional agar dapat mengambil keputusan dengan kepala dingin. Saat pengambilan keputusan harus menggunakan teknik coaching agar dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya untuk dapat mengambil keputusan dan pengambilan keputusan harus bertanggung jawab.

Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika dan bujukan moral adalah konsep yang terkait dengan masalah moral dan etika yang dihadapi dalam pengambilan keputusan. Konsep ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai dalam pengambilan keputusan. Empat paradigma pengambilan keputusan mengajarkan bahwa ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk memandang masalah dan pengambilan keputusan. Prinsip-prinsip pengambilan keputusan (tujuan, rasionalitas, dan etika) membantu dalam memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip moral yang dianut. Sementara, sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan memberikan panduan yang sangat terperinci dan efektif dalam membantu seseorang mengambil keputusan yang tepat.

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Pernah, tetapi sebelum mempelajari modul ini saya tidak mengetahui adanya tahapan dalam pengujian dan pengambilan keputusan. Sehingga saya langsung mengambil keputusan yang menurut saya baik. Setelah mempelajari modul ini ternyata sebelum mengambil keputusan perlu adanya penentuan paradigma, prinsip dan menjalankan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan terlebih dahulu dengan mempertimbangkan nilai-nilai kebajikan dan berpihak pada murid serta harus bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan.

Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Mempelajari konsep ini sangat berdampak positif bagi saya dalam pengambilan keputusan. Sebelumnya saya tidak menggunakan langkah-langkah apapun. Sekarang setelah mempelajari modul ini perlu adanya pemilihan paradigma yang tepat, prinsip yang sesuai dan melakukan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan yang sistematis.

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sangat penting sekali mempelajari modul ini baik sebagai individu ataupun sebagai pemimpin. Karena dengan mempelajari modul ini, kita dapat mengambil keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan berlandaskan nilai-nilai kebajikan universal yang berpihak pada murid.

Terima kasih